Tidak ada yang kebetulan didunia ini, semua sudah tersusun dengan sangat rapi, oleh sang maha kuasa, awal pertemuan kami dimulai sejak tahun 2015 dan saya masih duduk di bangku MTs (Al-ihsan) Sejak saat itu saya sedang melangsungkan ujian nasional tingkat Mts tepat berlokasi disekolahnya (Pergis) posisinya dia beda setahun diatasku. Pertemuan itu benar² singkat tidak ada perkenalan hanya saja teman² ku yang selalu exacted ketika melihat dia curi² pandang melihat ku dari jauh.
Saya kembali melanjutkan pendidikan di Pondok Pesantren As-salafi parappe namun tak berselang lama saya pindah dan kembali ke Pergis, benar² Qadarulllah...kami kembali dipertemukan, namun tetap dengan hati dan perasaan yang masih cuek (wkwk maaf) kami memang berada di atap sekolah yang sama namun lagi² hati tak bisa di paksakan 5 tahun berlalu dan siapa sangka sahabatkulah yang kembali menyatukan kami hingga ditahap ini, oh iya makasih dil🫶🏻
5 tahun berlalu, takdir rupanya hanya memberi jeda, bukan titik akhir dari segalanya, namun tidak mudah bagi dia untuk meluluhkan hati yang cukup cuek, setelah melihat pengorbanan dan ketulusan akhirnya saya mulai membuka hati di bulan Mei 2024 kami belajar banyak tentang arti memahami dan mempercayai, namun proses pendewasaan seringkali menuntut ruang dan ego, dan AlhamdulillahNya dialah yang selalu mampu menenangkan. Perjalanan ini mengajarkan kami kesabaran, keikhlasan, dan betapa indahnya menemukan seseorang yang membuat hati merasa pulang. Dari situlah kami yakin bahwa inilah cinta yang ingin kami jaga selamanya.